MERANGIN, Newslan.id – Status mentereng Geopark Merangin sebagai warisan dunia (UNESCO Global Geopark) kini berada di ujung tanduk. Alih-alih dijaga dan dirawat bagai permata, situs warisan purbakala yang diakui internasional ini justru disuguhi pemandangan memuakkan: aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela dan terkesan dibiarkan!
Kabar buruk bagi publik Jambi, tim penilai dari UNESCO dikabarkan akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan revalidasi dan pengecekan kondisi riil Geopark Merangin. Kedatangan tim internasional ini bak menjadi 'hakim' yang siap menelanjangi ketidakmampuan Pemerintah Kabupaten (Pemda) Merangin dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dalam menjaga warisan geologi dunia tersebut.
Bukti Nyata Ketidakmampuan Penguasa Daerah
Berdasarkan investigasi dan laporan masyarakat di lapangan, kawasan yang seharusnya steril dan dilindungi ketat kini luluh lantak oleh hantaman mesin dompeng para pelaku PETI. Suara gemuruh mesin pencari emas ilegal lebih nyaring terdengar ketimbang narasi edukasi wisata yang digembar-gemborkan pemerintah selama ini.
Masyarakat mulai melempar mosi tidak percaya. Bagaimana mungkin, kawasan sekrusial Geopark Dunia bisa disusupi oleh aktivitas ilegal secara terang-terangan jika bukan karena adanya faktor pembiaran?
"Ini adalah tamparan keras. Pemda Merangin dan Pemprov Jambi terbukti gagal total! Kita diberi amanah menjaga warisan dunia yang berusia ratusan juta tahun, tapi hancur dalam hitungan tahun hanya karena ego segelintir mafia emas dan lemahnya penegakan hukum," ujar salah satu tokoh pemuda Merangin yang geram melihat kondisi ini.
Ancaman Pencabutan Status UNESCO Depan Mata
Pembiaran aktivitas PETi di aliran sungai dan area penyangga Geopark Merangin adalah bukti tak terbantahkan mengenai ketidaksesuaian komitmen awal saat pengajuan ke UNESCO dengan realita di lapangan. Keaslian fosil flora pembawa pesan masa lalu (Flora Jambi) dan keindahan alamnya kini terancam tercemar zat kimia berbahaya seperti merkuri.
Jika tim UNESCO turun dan menyaksikan langsung bagaimana rusaknya ekosistem akibat PETI, bukan hal mustahil status Global Geopark akan dicabut. Jika hal memalukan ini sampai terjadi, Merangin tidak hanya kehilangan potensi wisata internasional, tetapi juga menanggung malu di mata dunia luar.
Publik kini menunggu, apakah Pemda Merangin dan Pemprov Jambi akan tetap berlindung di balik retorika "sedang ditertibkan", atau mereka berani mengambil tindakan ekstrem mengusir seluruh pemain PETI dari area warisan dunia sebelum tim UNESCO tiba dan memberikan rapor merah? Jangan sampai penyesalan datang saat sertifikat internasional itu sudah digunting oleh UNESCO!
(Red/Newslan.id)



