BUNGO NEWSLAN ID – Sebuah tragedi memilukan sekaligus memalukan mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Bungo. Pada tanggal 29 Juni lalu, insiden kebakaran di Jujuhan Ilir harus dibayar mahal dengan hilangnya nyawa seorang warga lanjut usia (lansia). Alasan di balik tragedi ini sungguh membuat miris dan tidak bisa diterima akal sehat: armada Pemadam Kebakaran (Damkar) telat tiba di lokasi.
Klarifikasi yang terdengar hanyalah lagu lama; mobil pemadam rusak dan personel kurang. Mari kita perjelas satu hal: ini bukan lagi sekadar masalah administrasi atau lambatnya pelayanan birokrasi. Ini murni soal NYAWA manusia yang melayang sia-sia.
Sisa-sisa kengerian tragedi tersebut masih membekas jelas. Puing-puing bangunan yang menghitam rata dengan tanah dan sebuah kerangka sepeda motor yang hangus terbakar di balik garis polisi menjadi saksi bisu betapa telatnya pertolongan darurat datang. Lebih menyayat hati lagi jika kita melihat potret fasilitas yang ada; sebuah pos bangunan tampak mati suri, terbengkalai, dan ditelan ilalang liar yang tumbuh subur menutupi aksesnya. Pemandangan pos usang yang tidak terurus ini seolah menjadi cerminan nyata matinya kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap fasilitas penting di wilayah tersebut.
Insiden Jujuhan Ilir adalah tamparan paling keras bagi Pemerintah Kabupaten Bungo. Alasan armada rusak dan krisis personel pada instansi life-saving (penyelamat nyawa) adalah bentuk kelalaian fatal.
Oleh karena itu, kami menuntut langkah nyata dan mendesak:
Audit Total Sekarang Juga: Kepada anggota dewan yang terhormat dan jajaran pemerintah daerah, segera lakukan audit menyeluruh terhadap anggaran, kondisi fisik armada, dan ketersediaan SDM di Dinas Pemadam Kebakaran.
Hidupkan Kembali Fasilitas: Jangan biarkan bangunan yang seharusnya menjadi pos siaga atau fasilitas publik dibiarkan mangkrak dan dipenuhi semak belukar seperti rumah hantu.
Stop Cari Alasan: Perbaiki armada dan tambah personel segera. Kesiapsiagaan bencana harus menjadi prioritas utama APBD, bukan proyek-proyek pencitraan.
Nyawa warga Bungo bukan angka statistik. Jangan tunggu sampai ada warga lain yang harus mati terpanggang baru para pemangku kebijakan pura-pura sibuk menggelar rapat evaluasi. Bertindaklah sekarang juga!
#DPRDBungo #PemkabBungo #DamkarBungo #KeselamatanWarga #Bungo



