MERANGIN NEWSLAN.ID ā Ironis dan memilukan. Kata-kata ini tampaknya paling tepat untuk menggambarkan kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Bungo Tanjung menuju Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi. Jalan sepanjang lebih dari 7 kilometer yang menjadi urat nadi perekonomian warga ini kondisinya hancur lebur bak kubangan kerbau.
Parahnya, jalur krusial yang menghubungkan wilayah Kecamatan Margo Tabir, Tabir Selatan, hingga menembus Kabupaten Tebo ini seolah luput dari pandangan Pemerintah Daerah (Pemda) Merangin. Alih-alih APBD yang turun tangan, justru pihak swasta yang terpaksa mengambil alih tanggung jawab negara.
Kondisi ini memicu amarah luar biasa dari masyarakat setempat. Wahyudi, salah seorang warga Desa Mekar Jaya, tidak mampu lagi menyembunyikan geramnya saat diwawancarai oleh tim media ini. Ia menyebut kondisi jalan saat ini sudah di luar batas kewajaran.
"Jalan ini sudah seperti bodol (rusak parah). Jangankan buat lewat kendaraan biasa, kalau ada orang sakit yang mau berobat atau periksa ke Bangko lewat jalan ini, bisa-bisa meninggal di jalan!" cetus Wahyudi dengan nada tinggi menahan emosi.
Saking frustrasinya, warga kini melontarkan pertanyaan menohok kepada para pemangku kebijakan di Kabupaten Merangin. Ke mana perginya anggaran daerah? Mengapa masyarakat yang tertatih-tatih mengangkut hasil pertanian dan perkebunan harus dianaktirikan?
Dan untuk pengerasan jalan saat ini dilakukan secara swadaya masyarakat, iuran seadanya.
Hingga saat ini, perbaikan yang ada murni bersumber dari uluran tangan PT Sari Aditya Loka (SAL), bukan dari dinas terkait. Pihak perusahaan swasta tersebut turun tangan meminjamkan alat berat berupa grader dan bomag untuk melakukan pengerasan jalan darurat agar mobilitas warga tidak lumpuh total.
Saat dikonfirmasi, Selamet Riyadi perwakilan dari PT SAL membenarkan bahwa pihak perusahaan memberikan bantuan alat berat tersebut. Bantuan pengerasan jalan dari Desa Bungo Tanjung sampai Mekar Jaya ini diklaim sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Namun, pengerasan jalan darurat tentu bukan solusi jangka panjang. Masyarakat di dua desa tersebut sudah sangat merindukan kehadiran aspal. Mereka butuh komitmen nyata dari Pemda Merangin, bukan sekadar janji manis saat pemilu. Jika perusahaan swasta saja bisa peduli, lalu ke mana perginya pemerintah yang seharusnya melayani rakyat? Warga Merangin menagih hak mereka atas jalan yang layak.
(Redaksi)



