MERANGIN, NEWSIAN.ID – Jagat jagat media sosial dan kalangan insan pers di Kabupaten Merangin mendadak memanas. Hal ini dipicu oleh pernyataan kontroversial seorang oknum Camat yang dinilai arogan dan melecehkan profesi jurnalis melalui sebuah unggahan di Facebook.
Dalam statusnya, oknum Camat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat dan mitra publik itu menulis kalimat yang memancing kegaduhan: "Wartawan yang tidak punya sopan santun, perlu diberes atau pelajarankasih pelajaran".
Sontak, pernyataan bernada ancaman dan tendensius ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak, terutama para jurnalis yang bertugas di wilayah Merangin. Salah satu kecaman paling pedas datang dari wartawan senior Merangin, Mujibur yang sekaligus salah satu pengurus PWI Merangin.
Dengan nada geram dan kecewa, Mujibur langsung menyemprot balik sang pejabat wilayah tersebut. Ia mempertanyakan kapasitas dan pemahaman oknum camat tersebut mengenai roda kerja dan fungsi pers yang dilindungi undang-undang.
"Emang sejauh mana Pak Oknum Camat yang terhormat tahu kinerja wartawan? Bapak silahkan jalankan tugas Bapak sebagai Camat, tapi jangan kecilkan profesi orang lain!" tegas Mujibur dengan nada tinggi, menanggapi arogansi oknum pejabat tersebut.
Mujibur mengingatkan bahwa profesi jurnalis bukanlah profesi sembarangan yang bisa diintimidasi atau dilecehkan begitu saja demi menutupi ketidaknyamanan pejabat atas kontrol sosial yang dilakukan media. Ia menegaskan bahwa jurnalisme adalah profesi resmi yang diakui negara.
"Ingat, wartawan itu profesi resmi dan salah satu daftar pekerjaan resmi di E-KTP. Jadi jangan asal bicara dan merasa paling berkuasa," tambah wartawan senior yang dikenal vokal ini.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan kontroversial oknum Camat tersebut terus menuai kecaman dari komunitas pers. Banyak pihak mendesak agar Bupati Merangin segera mengevaluasi jabatan oknum Camat tersebut karena dinilai tidak memiliki etika komunikasi publik yang baik dan anti terhadap kritik jurnalis. (Red)



