LAMPUNG–SUMSEL, NEWSLAN.ID – Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni–Palembang dipertanyakan kelayakannya. Bukannya nyaman, pengendara justru disuguhi jalan bodol, bergelombang, dan lubang besar.
Titik terparah ada di KM 329 –345. Segmen ini disebut “kuburan ban” oleh sopir.
“Jalan tol yang seharusnya membuat pengendara nyaman, tapi yang ada jalan bodol bergelombang berlubang banyak. Khusus area KM 329–345,” keluh sejumlah pengendara.
Keluhan datang dari mobil pribadi, bus AKAP, sampai truk logistik. Kerusakan paling sering: pecah ban dan patah per akibat hantaman lubang di kecepatan tinggi.
Seperti yang dialami Agus, sopir travel Jambi–Lampung. Mobilnya pecah ban di ruas Tol Palembang–Bakauheni.
“Lagi bawa penumpang, tiba-tiba duar. Ban sobek kena lubang. Untung masih bisa kendaliin. Kalau oleng, bisa fatal,” kata Agus ke Newslan.id.
Biaya ganti ban, velg peyang, sampai per patah jadi tanggungan sopir. Padahal sudah bayar tol mahal.
Tarif Tol Bakauheni–Palembang untuk Gol I tembus Rp 410.000 sekali jalan. Tapi kualitas jalan tak sebanding, amburadul.
Pengendara bayar untuk kenyamanan dan waktu tempuh cepat. Bukan untuk was-was hindari lubang lalu pecah ban di tengah tol.
“Kalau kayak gini mending lewat jalan lintas biasa. Gratis, rusaknya sama,” sindir seorang sopir truk.
TUNTUTAN PENGGUNA JALAN
1. Perbaikan Darurat KM 340–345. PT Hutama Karya selaku pengelola wajib tambal lubang dan ratakan gelombang sebelum makan korban jiwa.
2. Audit Konstruksi. Kementerian PUPR turun cek kualitas beton dan aspal. Jalan baru kok sudah hancur.
3. Ganti Rugi Korban. Pengelola tol harus tanggung jawab jika ada kendaraan rusak akibat lubang. Sediakan posko klaim 24 jam.
HUTAMA KARYA BELUM BUKA SUARA
Hingga berita ini naik, PT Hutama Karya selaku BUJT Tol Bakauheni–Palembang belum memberi klarifikasi resmi terkait kerusakan parah di sepanjang jalan.
Redaksi Newslan.id
Bayar Tol Mahal untuk Rasa Aman, Bukan Rasa Was-was. PUPR, Awasi Jalan Tol Biar Tak Jadi Jalan Maut.

