Ketua Lembaga Adat Desa Bulian Jaya Memilih Bungkam Kasus Senior Manager PT Indo Sawit Subur

Newslan.id – Batanghari. Pasca keputusan lembaga adat desa (LAD) desa Bulian Jaya, kecamatan Maro Sebo Ilir, kabupaten Batanghari, Senin, 03/09/2023 terkait dugaan kasus perselingkuhan yang dilakukan IS yang menjabat sebagai Senior Manager di PT Indo Sawit Subur (PT IIS) dengan JL istri dari salah seorang karyawan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Sayangnya tidak berlaku bagi IS Senior Manager PT Indo Sawit Subur. Hal tersebut terbukti hingga hari ini Senin, 06/11/2023, dua bulan pasca keputusan lembaga adat desa tidak ada tindakan terhadap IS yang jelas-jelas melanggar putusan dan sanksi adat.

“Keputusan adat hanya berlaku bagi masyarakat yang miskin melarat. Sedangkan untuk pejabat seolah tidak diberlakukan hukum adat. Contohnya beberapa waktu yang lalu ada juga kejadian serupa yang menimpa tukang panen, karena terkena sanksi adat keduanya langsung diusir dari desa,” cetus sumber geram.

Hal ini ditimpali salah seorang aktivis A Yani dari LSM Nusantara.

“Buktinya sampai hari ini sudah dua bulan pasca keputusan lembaga adat desa, namun sanksi adat jalan ditempat. Padahal ketua lembaga adat desa Bulian Jaya merupakan orang yang berasal dari desa yang notabene masih kental dengan prinsip-prinsip adat setempat. Marwah adat diobok-obok tapi pemegang tampuk adat tidak segera bertindak tegas. Malah seolah berat sebelah. Ada apa dengan Lembaga Adat Desa Bulian Jaya? Padahal JL yang sama-sama menerima sanksi adat harus segera hengkang dari desa tersebut. Terkait hal ini, LSM Nusantara akan menyurati ketua lembaga adat kabupaten Batanghari dan petinggi Asian Agri group agar pejabat yang bersangkutan ditindak tegas atau bila mungkin sampai dipecat,” paparnya.

Hingga berita ini release, Senior Manager IS memblokir nomor WA awak media Newslan.id dan beberapa media lainya yang ingin melakukan konfirmasi.

Baca Juga :   PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri Menyuapi Langsung Anak Stunting dan Ibu Pengidap Gangguan Saraf

Sementara itu F ketua lembaga adat desa Bulian Jaya lebih memilih bungkam dengan tidak merespon telepon dan WA awak media ini untuk melakukan konfirmasi.
Bersambung. (End’s)

Mau Pesan Bus ? Klik Disini