Berita  

ERA DIGITALISASI LAYANAN LISTRIK.

ERA DIGITALISASI LAYANAN LISTRIK.

Penulis: Eko Sulistyo

Jakarta – Newslan.id – PLN Mobile adalah platform yang dikeluarkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk kenyamanan pelanggan. Ada sembilan fitur utama dan fitur tambahan, yang salah satunya menyediakan informasi jadwal listrik padam dalam fitur ListriQu. PLN Mobile mengadopsi sistem geospasial, jadi bisa memastikan posisi pelanggan yang ingin mengetahui kemungkinan listrik padam di lokasi perumahan mereka.

Sebagai bagian dari teknologi digital, sejak diluncurkan pada Desember 2020 sampai Desember 2021, PLN Mobile sudah diunduh sekitar 18 juta pelanggan. Sebuah capaian tersendiri bagi platform yang baru saja dirilis. Banyaknya jumlah pengunduh adalah sebuah kewajaran, mengingat aplikasi ini mudah dioperasikan, dan fitur yang tersedia disesuaikan kebutuhan pelanggan.

Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, aplikasi ini merupakan bagian dari transformasi PLN untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan atau customer focused. Tak hanya sekadar aplikasi layanan, dengan PLN Mobile, PLN ingin memberikan pengalaman baru dan media komunikasi dengan pelanggannya. Aplikasi ini akan terus dikembangkan menjadi SuperApp yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis PLN.

*Electrifying Lifestyle*

Transformasi digital adalah suatu keniscayaan, tidak ada sektor bisnis yang lepas dari kemajuan ini. Sebagai entitas bisnis dan jasa, PLN telah siap dengan kemajuan teknologi untuk menunjang pelayanan pelanggan. Dalam era digitalisasi beragam produk jasa, kehadiran PLN Mobile adalah bagian dari transformasi PLN untuk menjadikan pilihan nomor satu pelanggan.

Persinggungan sektor bisnis jasa seperti PLN dengan teknologi pendukung kemudahan pelanggan, adalah bagian dari upaya pemutakhiran tiada henti. Teknologi digital menghadirkan kemungkinan baru yang menarik, untuk menjangkau pelanggan lebih luas dan berkelanjutan. Perkembangan ini juga membuat perubahan arah strategi PLN, dari sebelumnya supply driven menjadi demand driven.

Baca Juga :   Polres Merangin Bersama BPKPD, Jasa Raharja Melakukan Sosialisasi Pemutihan Pajak.

PLN sendiri memiliki 13 program digitalisasi dari 20 breakthrough transformasi PLN. Antara lain Digital Power Plant, Digital Procurement, Digitally Enambled Distribution Excellence, Dispatch Optimization, Anti Black Out. Kemudian ada Green Booster, Billing and Collection Organization, Fiber Optics Rollout, Electric Vehicles Infrastructure, Captive Power, Outage Management, PLN Mobile Relaunch, dan Digitally Enabled Execution Machine.

Pandemi Covid-19 telah menggeser pola kebiasaan konsumen dan bisnis. Bagi PLN, pandemi justru mendorong percepatan digitalisasi proses bisnis yang menjadi bagian dari transformasi PLN. Keberadaan PLN Mobile mendukung electrifying lifestyle (EL) yang memudahkan orang melakukan segala aktivitasnya berbasis listrik.

EL adalah gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan. Untuk itu, PLN terus menerus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan untuk menghasilkan listrik. Dengan penggunaan kompor listrik, kendaraan listrik, dan kegiatan rendah karbon lainnya, PLN tidak hanya mendukung EL, tapi juga mendorong pencapaian target pemerintah untuk netral karbon pada 2060.

Dari data PLN, 47 persen pengguna PLN Mobile adalah kaum milenial, komunitas yang dikenal familier dengan teknologi digital. Selain itu, ada juga pekerja kerah putih atau eksekutif perusahaan, pelaku UMKM, termasuk para petani. Khusus pelanggan di sektor pertanian, aplikasi PLN Mobile ini kompatibel dengan program electrifying agriculture (EA) dari PLN.

Program EA mendorong petani untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas pertanian melalui jaringan listrik. EA didisain PLN untuk meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau, serta andal untuk sektor pertanian, sehingga bisa langsung terkoneksi dengan PLN Mobile.

Perubahan tampilan dan kemudahan dalam mengakses PLN Mobile membuat pelanggan masif mengunduh aplikasi digital tersebut. Fitur yang paling banyak digunakan oleh pelanggan adalah pembelian token dan pembayaran rekening listrik. Pelanggan makin aman dan nyaman karena semua rekam jejak transaksi tercatat di aplikasi tersebut.

Baca Juga :   5 Korban Banjir Kota Serang Di Ketemukan.

Terdapat pula fitur pengaduan yang juga kerap digunakan oleh pelanggan. Melalui fitur itu, mereka bisa mengadu sekaligus memantau dan memonitor proses penyelesaian keluhan yang berkaitan dengan kelistrikan.

*Kebutuhan Pelanggan*

PLN Mobile diluncurkan berdasar prinsip, PLN ingin memberikan pelayanan kelas VIP pada pelanggan. Bagi PLN semua pelanggan dianggap penting dan setara. PLN Mobile didisain agar platform ini terhubung atau komplementer dengan PLN 123, yang selama ini dikenal sebagai platform akses langsung antara PLN dengan pelanggan.

Selain fitur PLN Mobile yang sudah dibahas di atas, seperti untuk keperluan pembelian token, pembayaran rekening listrik dan notifikasi jadwal (kemungkinan) pemadaman listrik di kawasan perumahan pelanggan. Terdapat juga fitur yang memudahkan pelanggan jika hendak mengubah daya listrik, mencatat angka meter secara mandiri (swacam), notifikasi tagihan rekening listrik dan penyambungan internet (iconet).

Fitur penting lain yang patut dicatat adalah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), yang berfungsi sebagai layanan charging kendaraan listrik. Ini bagian upaya PLN sesuai Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 untuk melakukan percepatan membangun ekosistem kendaraan listrik.

Fitur ini memandu pemilik kendaraan listrik mencari SPKLU terdekat, saat baterai kendaraannya perlu tambah daya. Sistem pembayaran juga lebih praktis karena menggunakan pembayaran digital.

Secara singkat bisa dikatakan, melalui PLN Mobile pelanggan bisa mendapatkan informasi kelistrikan terkini secara valid, resmi, mudah dan cepat. Kemudian terciptanya keterbukaan infomasi yang berimbang dalam batasan dan kaidah kode etik. Aplikasi ini disiapkan agar ada interaksi komunikatif antara pelanggan dan PLN.

Aplikasi ini sangat membantu masyarakat ketika aturan pembatasan sosial dilakukan, seperti untuk pembayaran rekening listrik, cukup dari rumah. Atau untuk keperluan lainnya, fitur yang tersedia kompatibel dengan aktivitas dan kebutuhan pelanggan. Jadi ada semacam blessing in disguise ketika PLN Mobile dirilis di tengah pandemi, yang segala aktivitas harus sesuai protokol kesehatan.

Baca Juga :   Dalam Rangka Menyambut Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas Ke-68, Sat Lantas Polres Merangin Laksanakan Kegiatan Donor Darah

Kini dengan menghadirkan layanan PLN mobile dan program digitalisasi lainnya, PLN tidak hanya memudahkan pelanggan dan mengintegrasikan core bisnisnya. PLN juga menjadikan inovasi, sistem digital, pattern recognition, artificial intelegent, dan industri 4.0, bagian dari kehidupannya. Sehingga PLN tidak hanya mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi, tapi juga dalam menghadapi tantangan masa depan.(red/kontan)**

—————-
Penulis adalah Komisaris PT PLN (Persero).