Memuat Berita...
Memuat Berita...




Di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang pesat, perusahaan AI enterprise Cohere baru saja meluncurkan keluarga model multibahasa terbuka yang dapat mendukung lebih dari 70 bahasa. Model ini, yang diberi nama Tiny Aya, dapat berjalan pada perangkat sehari-hari seperti laptop tanpa memerlukan koneksi internet. Hal ini membuka peluang baru bagi pengembangan aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat di berbagai negara dengan bahasa yang berbeda-beda.
Menurut Cohere, model Tiny Aya ini memiliki parameter sebesar 3,35 miliar, yang merupakan ukuran dari ukuran dan kompleksitas model. Selain itu, Cohere juga meluncurkan beberapa varian regional dari model Tiny Aya, seperti TinyAya-Global, TinyAya-Earth, TinyAya-Fire, dan TinyAya-Water, yang dapat mendukung bahasa-bahasa di berbagai wilayah. Dengan demikian, model ini dapat memberikan kemampuan yang lebih baik dalam memahami bahasa dan budaya setempat.
Cohere menyatakan bahwa pendekatan ini memungkinkan setiap model untuk mengembangkan pemahaman bahasa dan budaya yang lebih kuat, sehingga menciptakan sistem yang lebih alami dan dapat diandalkan bagi masyarakat yang dilayani. Selain itu, model Tiny Aya ini juga dapat berjalan langsung pada perangkat, sehingga pengembang dapat menggunakan model ini untuk membangun aplikasi yang dapat berjalan secara offline.
Model ini dapat diunduh pada platform HuggingFace, Kaggle, dan Ollama, dan juga tersedia pada platform Cohere. Cohere juga berencana untuk meluncurkan laporan teknis yang menjelaskan metode pelatihan model ini. Dengan demikian, pengembang dapat menggunakan model ini untuk membangun aplikasi yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perkembangan model multibahasa terbuka ini juga dapat membuka peluang baru bagi pengembangan aplikasi di berbagai negara, terutama di negara-negara dengan bahasa yang berbeda-beda. Dengan demikian, Cohere berharap dapat membantu meningkatkan kemampuan AI di berbagai wilayah dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Memuat Produk...

FOMO crypto koin micin telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan Gen Z. Banyak dari mereka yang tergiur oleh janji keuntungan besar dari investasi crypto, tetapi beberapa di antaranya telah mengalami kerugian besar.

Ricursive Intelligence, startup yang dibangun oleh Anna Goldie dan Azalia Mirhoseini, mengumpulkan dana $335 juta dengan valuasi $4 miliar dalam waktu empat bulan.

A16z mencari unicorn di Eropa, terutama di Swedia, dengan investasi di Dentio, sebuah startup yang menggunakan AI untuk membantu pekerjaan administrasi dokter gigi.