Newslan-id Merangin. Salah satu putra terbaik kabupaten Merangin. Muhammad Yani, meninggal dunia pada 15 Januari 2026, Kamis malam sekitar pukul 23.40 WIB di Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun, akibat kecelakaan dengan truk batubara. Jum’at (16/01/2026).
Almarhum adalah seorang politikus dari Partai NasDem Kabupaten Merangin, partai yang telah lama ia besarkan sejak awal keikutsertaannya dalam pemilu.
Semasa hidupnya, Yani dikenal sebagai kader militan dan pekerja keras. Ia pernah dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Merangin dan menjadi bagian penting dari perjalanan partai tersebut. Di bawah kepemimpinannya, NasDem Merangin akhirnya berhasil menunjukkan kebangkitan dengan peningkatan perolehan kursi signifikan DPRD pada Pemilu 2024.
Selain aktif di partai politik, almarhum juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Merangin. Perannya di berbagai organisasi menunjukkan konsistensinya dalam membangun jejaring kepemudaan, sosial, dan politik di daerah.
Selama menjabat sebagai anggota DPRD Merangin, Yani dikenal sebagai legislator yang vokal dan kritis. Sikapnya yang tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat kerap menghiasi pemberitaan media lokal di Merangin. Ia tidak segan menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, baik melalui forum resmi dewan maupun pernyataan terbuka kepada pers.
Rekan-rekan seperjuangan mengenal Yani sebagai pribadi yang sederhana, loyal, dan tidak pernah meninggalkan tanggung jawab, meski harus melewati berbagai fase jatuh bangun dalam perjalanan politiknya.
Dedikasinya sejak usia muda membuat namanya cukup dikenal di kalangan aktivis, politisi, dan tokoh masyarakat Merangin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum mengembuskan napas terakhir, Yani diduga mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Sarolangun, tepatnya di ruas jalan sebelum gapura Kota Sarolangun.
Dalam peristiwa tersebut, kendaraan yang ditumpangi almarhum diduga terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil angkutan batu bara. Usai kejadian, almarhum segera dilarikan ke Rumah Sakit Golden Medika Sarolangun untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Saat Redaksi Newslan-id menghubungi Humas Polres Sarolangun, Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kecelakaan tersebut, termasuk penyebab dan pihak-pihak yang terlibat.
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, tanah kelahirannya. Ungkapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan, baik dari organisasi, partai politik, maupun masyarakat luas.
Menyikapi akan ini H Sukarlan selaku Ketua DPD LPKNI Merangin meminta dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jambi terkhusus Gubernur Jambi dan Polda Jambi untuk segera mengambil sikap tegas, Stop angkutan batubara melintas di jalan umum sebelum banyak korban berjatuhan.
“Tolong diperhatikan untuk Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi melakukan tindakan tegas melarang truk angkutan batubara melintas di jalan umum, sebelum banyak korban berjatuhan lagi dan masyarakat marah” tegasnya.
“Gubernur Sumsel dan Polda Sumsel bisa melarang truk angkutan batubara melintas di jalan umum, kenapa Gubernur Jambi dan Polda Jambi tidak bisa apa tidak mau”tambahnya.(Tim)












