Sedekah Bumi Biduk Amo Pulau Rengas Penopang Culture Diversity Geopark Merangin

Newslan-id (Merangin) – Festival Sedekah Bumi Desa Pulau Rengas Kecamatan Bangko Barat resmi dibuka dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi.

Pada festival yang digelar di tepi sungai Batang Merangin Desa Pulau Rengas, Sabtu, 1 Juli 2023, Sedekah Bumi kali ini mengangkat budaya lama Biduk Amo yang berkembang di Desa Pulau Rengas.

Dalam keterangan yang disampaikan tokoh Lembaga Adat Kecamatan Bangko Barat, Biduk Amo ini merupakan lambang wujud syukur dari masyarakat Desa Pulau Rengas yang dahulu dilanda musim kemarau dan wabah penyakit. Pada saat itu diadakan sedekah bumi berdoa agar bisa melewati kondisi tersebut.

Usai doa bersama dan sedekah bumi, hujan mulai turun, dan hasil panen mulai meningkat, sehingganya warga masyarakat Desa Pulau Rengas membuat biduk amo ini. Awalnya penamaannya bukan biduk amo, namun biduk ramo, artinya Biduk Cantik. Amo ini dari kato Ramo-ramo yang berarti cantik.

Karena dialek pengucapan daerah asli Pulau Rengas yang cenderung menyingkat kata-kata, sehingga hingga kini dikenal dengan sebutan Biduk Amo.

Sementara itu, Wakil Bupati Nilwan Yahya yang hadir pada saat acara menyampaikan, bahwa Sedekah Bumi Biduk Amo ini sebagai penopang dari Merangin Jambi UNESCO Global Geopark.

“Nilai-nilai budaya yang ada dalam acara Sedekah Bumi Biduk Amo Desa Pulau Rengas ini memiliki korelasi dengan Geopark Merangin yang baru saja diakui oleh badan dunia UNESCO. Sebagai Culture Diversity, tentu ini penting untuk kita jaga bersama, disamping sebagai kekayaan budaya, acara ini berada di sungai Batang Merangin yang kita tahu merupakan gugusan dari Geopark Merangin,” sebut Nilwan Yahya.

Dalam kesempatan itu juga, Wabup menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah akan berupaya untuk mendaftarkan Biduk Amo ini menjadi Warisan Budaya Tak Benda.

Baca Juga :   Pemkot Semarang Dukung Sandal Bangun Ponpes Di Tengah Kota

Hal ini sebagai upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan historical untuk menunjang Merangin Jambi UNESCO Global Geopark ini.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris dalam sambutan dan arahannya juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat terutama kaum milenial agar ikut mempelajari dan menjaga budaya yang ada terutama di Desa Pulau Rengas.

“Disaat seluruh generasi terbawa dengan perkembangan zaman dan teknologi yang tidak bisa kita tolak, disinilah kekuatan kita sebagai warga negara yang memiliki budaya yang kuat. Mari bersama-sama kita warisi budaya, jangan hanya tahu namanya saja, tetapi juga harus paham makna dari Sedekah Bumi Biduk Amo ini,” ujar Buk Hesti sapaan akrabnya.

Dirinya juga mendukung upaya pemerintah daerah Kabupaten Merangin untuk segera mendaftarkan Biduk Amo ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

“Bukan biduknya yang akan kita daftarkan, melainkan nilai-nilai budaya yang ada pada Sedekah Bumi Biduk Amo itu yang akan kita daftarkan. Agar kedepan generasi kita bisa terus merawat dan melanjutkan ini,” beber Hesti lagi.

Pada rangkaian acara usai penyambutan dan makan bubur ayak khas tradisional Merangin, acara dilanjutkan dengan menikmati santap siang hidangan khas dusun dan kemudian menaiki sebuah biduk yang sudah dihias “Biduk Amo” menyusuri pinggir sungai Batang Merangin.

Masyarakat sangat antusias mengikuti acara sedari pagi hingga usai. Terlihat warga memadati bantaran sungai Batang Merangin dan juga tumpah ruah disepanjang jembatan Desa Pulau Rengas untuk menyaksikan rangkaian acara Sedekah Bumi tersebut. (dEniRio)

Mau Pesan Bus ? Klik Disini