Kontroversi Mobil Ambulance BazNas, Wabup Pessel: Kenapa Kok Platnya Hitam dan Tanpa Embel-Embelnya?

 

SUMBAR- PESSEL- NEWSLAN.ID-Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Rudi Hariyansyah mengaku baru mendapat informasi terkait kontroversi mobil ambulance BazNas Pessel. Ia menyebut, informasi itu diketahui lewat sejumlah media massa, baik secara lisan maupun tulisan.

“Terkait persoalan ini, nanti bakal kami minta informasi lebih lanjut pada BazNas setempat. Sebab, semenjak dilantik memang kami belum pernah bertatap muka secara langsung dengan pengurus yang baru ini,” ujarnya pada wartawan di Painan, Kamis (10/3/2022).

Sejauh ini kata Wabup Pessel, informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber menjelaskan, bahwa pengadaan mobil ambulance untuk BazNas Pessel dibantu pengadaannya dari pengurus sebelumnya dengan menggunakan sisa hak Amil, selanjutnya dilakukan rapat pleno untuk mencapai kesepakatan bersama untuk membeli satu unit mobil ambulance.

“Nah, seperti apa kelanjutannya kami tidak monitor lagi. Tapi kenapa kok platnya masih hitam sampai sekarang, dan tidak ada asesoris ambulance nya ya?,” tuturnya heran.

Terpisah, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BazNas) Kabupaten Pesisir Selatan, Yose Leonando mengatakan, ia tidak pernah membantah isu yang beredar terkait pengadaan mobil ambulance di instansi yang ia pimpin sekarang. Namun sebagai Ketua BazNas Pessel, ia hanya ingin meluruskan informasi yang beredar tersebut.

“Perlu saya tegaskan bahwa kami tidak pernah membantah isu yang beredar disejumlah media online kemarin. Namun, sebagai pimpinan tentu perlu saya meluruskan informasi tersebut,” ucapnya saat dihubungi wartawan di Painan.

Lebih jauh dijelaskan, sejak dilantik sebagai Ketua BazNas Pessel sekitar dua pekan lalu, ia mengaku pernah menggunakan armada tersebut satu kali sebagai kendaraan operasional ke salah satu Nagari di Kecamatan Bayang Utara. Namun, dalam perjalanan saat itu tidak sampai pada nagari tujuan dikarenakan kondisi mobil yang tidak memadai.

Baca Juga :   Densus 88 Kembali Amankan Terduga Teroris di Kelaten Lampung Selatan

“Waktu itu kami tinggalkan Mobil Kijang Innova BA 1463 GI ditengah jalan, dan kami dijemput oleh perangkat nagari setempat,” ucapnya lagi.

Atas dasar itu pula, pihaknya menemui kepala daerah setempat dan langsung menyampaikan keluhan terkait kondisi mobil operasional BazNas Pessel, sehingga mendapat izin dari Bupati Rusma Yul Anwar untuk dibantu pengadaan kendaraan dinas nantinya.

“Apa pun keputusan pimpinan BazNas saya akan dukung,” katanya menirukan ucapan bupati kala itu.

Ia menuturkan, pihaknya juga telah melakukan rapat pleno pada Senin (7/3/2022) kemarin, dan disepakati Mobil Kijang Innova tersebut bakal dipergunakan sebagai kendaraan operasional atau armada survei BazNas Pessel.

“Ya, mobil itu akan kami pergunakan untuk kendaraan operasional sampai kendaraan dinas dari Pemda disediakan,” ujarnya.

Terkait kronologis pengambilan kesepakatan dalam internal BazNas periode sebelumnya, sebagai ketua BazNas yang baru saja dilantik ia mengaku tidak tahu. Sebab, mobil itu dibeli pada periode pengurusan sebelumnya, dan rencana awalnya memang diperuntukkan untuk ambulance.

“Jika ingin informasi lebih detail silahkan konfirmasi pada Wakil Ketua IV Junisman Ibong. Sebab, dia bidang SDM dan Aset tentu lebih mengetahuinya,” tuturnya.

Foto, Wakil Bupati Pessel Rudi Hariyansyah saat dikonfirmasi wartawan terkait polemik mobil ambulance BazNas Kabupaten Pesisir Selatan.

Maengki/Newslan.id