Ema Ja’en 56 Tahun Membutuhkan Bantuan Para Dermawan

 

Jabar – Bogor – Newslan-id – Ema Ja’en ( 56 ),warga Kampung Pasirkalong RT.14/04 Desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari – Bogor timur sangat membutuhkan uluran tangan para Dermawan termasuk dari Pemerintah khususnya Pemerintah setempat baik Desa , Kecamatan dan Pemerintah Kabupatan Bogor ,dari Provinsi maupun Pusat. Dengan sakit yang di deritanya selama lebih kurang Dua (2) Mingguan. Kulitnya seperti Bisul dan mengeluarkan cairan bau amis , gatal dan sakit,l.

Ema Ja’en hanya bisa terbaring dengan di Tilam / Alas Daun Pisang karena jika berbaring di Kasur / Kain maka kulitnya nempel dan itu kata Ema Jaen sakit, sehingga baringnya di atas daun pisang agar tidak lengket pada kulitnya.

Menurut cerita Ema Ja’en awal mula dia sakit sehabis bantu bantu di hajatan tetangganya 15 hari yang lalu. Tiba tiba kulitnya melepuh seperti bisul , rasanya gatal dan sakit ,” kata Ema Ja’en.

Lanjutnya.” Saya , kata Ema Ja’en , belum berobat ke Rumah Sakit karena tidak punya biaya untuk berobat ke Rumah sakitnya, apalagi saya tidak mempunyai BPJS . Takutnya tidak kebayar , di tanya soal Bansos dari Pemerintah Ema Ja’en mengaku tidak dapat Bansos apapun, termasuk bantuan bedah Rumah.” Kata Ema Ja’en di rumah Bilik Panggung yang di tempatinya, di Kampung Pasir Kalong RT.14/04 Desa Antajaya , Kecamatan Tanjungsari – Bogor timur.

Oyang Ketua PAC Tanjungsari yang kebetulan mengantar kami ( Awak Media ),ke Rumah Ema Ja’en. Oyang menuturkan , Tempo hari ada yang membantu Ema Ja’en , dari salah satu Anggota DPRD Bogor , Bapak Haji. Achmad Fathoni melalui utusannya memberikan Paket sembako dan Uang Tunai , Kami juga dari, OKP, Pemuda Pancasila berupaya untuk membantu meringankan beban keluwarga Ema Ja’en.” Kata Oyang.

Baca Juga :   Sederhana Rayakan HUT Ke 6 LPKNI, DPD LPKNI Merangin Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu.

Sementara Kepala Desa Antajaya , Andi Pamungkas saat di temui di kediamannya memberikan keterangan. Saya baik secara pribadi maupun Pemerintah Desa Antajaya sudah mengupayakan untuk membantu Ema Ja’en , ya memang beliau belum mempunyai BPJS namun demikian kami sudah mengajak Ema Ja’en dan keluwarganya untuk berobat ke Rumah sakit ( RS ) tapi menolak dengan alasan repot. Padahal kalau masalah biaya kami juga sudah fikirkan dan upayakan ,tinggal maunya saja.” Ungkap Andi Pamungkas.|red-