Kandas…!!! KMP. Zoey Berlayar Dari Pelabuhan Merak Banten Menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung.

LAMPUNG – LAMPUNG SELATAN – NEWSLAN.ID – – Kapal motor KMP. Zoey berlayar dari pelabuhan merak Banten menuju pelabuhan Bakauheni Lampung, pada saat menunggu waktu sandar di pelabuhan bakauheni KMP. Zoey mengalami kandas pada bagian haluan di Pulau Sindu Bakauheni dikarenakan hujan deras dan kabut tebal, Minggu (20/Februari/2022) sekira pukul 20.10 wib.

KMP. Zoey yang membawa penumpang serta 26 kendaraan Itu kandas diperairan selat Sunda tidak jauh dari pelabuhan Bakauheni Lampung, pada saat menunggu waktu sandar di derma pelabuhan Bakauheni Lampung, kapal mengalami kandas bagian haluan akibat hujan deras disertai kabut tebal.

” Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor SAR Bakauheni Lampung, Denny Iryansyah Mezu membenarkan hal itu, dirinya mengatakan anggota nya menerima laporan (29/Februari/2022) sekia Pukul 22.50 WIB.
KMP. Zoey kandas Perairan Pulau Sindu, di depan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan,” ungkapnya.

Pada pukul 23.45 wib, Tim Gabungan yang terdiri dari, POS SAR Bakauheni, KSOP Bakauheni, ASDP Pelabuhan Bakauheni, BPTD Wil 6 Bengkulu, Satpolair polres Lampung, dan TNI AL, Dengan menggunakan Tugboud TB. Merak menuju lokasi KMP. Zoey untuk penarikan.

Sekita pukul 01.10 wib, KMP. Zoey tidak dapat dievakuasi dikarenakan air laut semakin surut. Kemudian tim yang menggunakan Tugboud TB Merak memutuskan Kembali ke pelabuhan bakauheni dan direncanakan penarikan akan dilaksnakan kembali esok pagi.

Lanjut Denny, sekitar 08. 30 wib, Tim SAR Gabungan dengan menggunakan Tugboud TB Merak berengkat untuk melakukan penarikan kembali terhadap KMP Zoey. Setelah berusaha cukup lama sekita pukul 09.17 wib KMP Zoey berhasil di evakuasi dari lokasi kandas dan di rencanakan sandar di dermaga 6 untuk dilakukan pengecekan kembali data manifest penumpang,” pungkasnya.

Baca Juga :   Kejam, Adik Membunuh Kakak Kandung.

Pada pukul 11.02 wib KMP Zoey telah sandar di Dermaga 6 Pelabuhan Bakauheni, setelah dilakukan pengecekan ulang data manifest, penumpang persilahkan melanjutkan perjalanan. (Jupri/Ardiyanto).