Ditemukan , Nelayan Asal Tanggamus Terombang Ambing Selama Dua Hari Dua Malam di Tengah Laut,

Ditemukan , Nelayan Asal Tanggamus Terombang Ambing Selama Dua Hari Dua Malam di Tengah Laut,

Lampung – Lamsel – Newslan-id – Tim Recues Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bakauheni Lampung beserta dan satpolair polres Lampung Selatan, berhasil mengevakuasi 1 orang nelayan yang perahunya mati mesin di Perairan pulau Sebesi, Rabu (9/Februari/2022).

Sebelumnya Pencarian dan Pertolongan SAR Bakauheni mendapatkan laporan dari nelayan sekitar Pulau Sebesi. Di informasikan ada 1.perahu serta nelayan, dan perahu yang di tumpanginya mati mesin saat sedang memancing.

ADHA GIANTORO (korban-red), Alamat Desa tampang RT 1/ RW 02 Tanggamus ini, menceritakan apa yang dialaminya, selama terombang-ambing dilaut selama dua hari dua malam.

Awal mulanya dirinya pergi melaut, saat itu, turun hujan bercampur angin,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat mau pulang karena hujan bercampur angin, ia pun menghindupkan mesin kapal nya dengan cara diengkol ternyata tidak bisa hidup. Menurutnya kemungkinan kemasukan air akibat hujan dan angin.

” Mungkin kemasukan air akibat hujan deras yang bercampur angin.” Ujarnya.

Itulah awal mulanya (korban-red) Adha Giantoro asal Tanggamus itu, sehingga bisa sampai terdampar di pulau Sebesi, dan di tolong oleh seorang warga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Sar Bakauheni Lampung, Denny Iryansyah Mezu mendapatkan laporan dari masyarakat pulau Sebesi ada seorang nelayan terdampar di pulau tersebut. Ia, langsung mengerahkan 1 tim rescue yang terdiri dari Basarnas serta satpolair polres Lampung Selatan untuk menuju lokasi. Untuk keberangkatan sekira pukul 8.30 WIB, Tim akan melakukan mengevakuasi terhadap (korban-red) Adha Giantoro asal Tanggamus yang beralamat Desa tampang, RT 01/RW 02, yang selama dua hari dua malam terombang-ambing dan akhirnya terdampar lalu ditolong warga sekitaran. Pulau sebesi

Baca Juga :   Bupati Merangin Mashuri : Apresiasi Terhadap Kapolres AKBP. Irwan Andy Purnamawan.SIK Telah Berjasa Untuk Merangin.

Setelah itu korban kemudian dibawa ke Pelabuhan Nelayan bom Kalianda.

” Langsung kita bawa ke pelabuhan nelayan bom Kalianda, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.” Jelasnya.(Jupri/Ardiyanto).