Berita  

Sudah PHO, Proyek Disdikbud Lamteng TA 2021 Belum Rampung, Tukang Tak Digaji, Kini Diduga Terbengkalai

 

Lampung – Lamteng – Newslan.id – Sudah di PHO (Provisional Hand Over), Proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Lampung tengah, Rp 352.581.020,34 tahun anggaran (TA) 2021 untuk merehabilitasi ruang kelas di SDN 2 Sari Bakti, kecamatan seputih banyak, hingga saat ini (senin, 24/01/2022) belum rampung dikerjakan, tukang tidak digaji, dan diduga terbengkalai.

Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikerjakan CV Berkah Dua Tiga Pratama tersebut, dibiarkan begitu saja (kondisi rehabilitasi belum 100 persen selesai) dan diduga kuat menjadi lahan korupsi Oknum-Oknum yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya, menurut data yang dihimpun dan informasi dari berbagai narasumber dilapangan, sejak awal pembangunannya saja sudah tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan, yakni dikerjakan pada desember 2021. Sementara tender proyek tersebut belangsung pada bulan mei 2021.

Kemudian, dilokasi pekerjaan saat ini, tidak adanya kelanjutan pembangunan. Melihat dari kondisi rebabilitasi di SDN tersebut, masih banyak yang belum diselesaikan. Seperti belum atau tidak adanya plafon, lantai belum keseluruhannya di keramik, sampai pada tidak adanya beberapa jendela dan pintu diruang kelas tersebut.

Disamping itu, pada pelaksanaan pekerjaan tersebut, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga dari segi kualitas dan kuantitasnya tidak sesuai. Seperti pada penggunaan besi cor tiang, atap baja ringan, lantai keramik, hingga kusen jendela dan pintu yang secara keseluruhan diduga tidak sesuai.

“itu (besi) yang dipakai untuk tiang cor besi delapan banci semua, kalau untuk atap baja ringan juga itu ketebalannya pakai yang banci (tidak sesuai standar), keramik juga yang murahan, kusen jendela dan pintu juga bisa dilihat sendiri, itu (kayu) jelek,” ungkap Narasumber kepada wartawan media ini.

Baca Juga :   Tak Terima Dinasehati, Nanang Dipukul Seorang Pemuda Usai Sholat Subuh

Ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Arifin warga kecamatan Bekri, lampung tengah yang mengaku sebagai Kuli (tukang) dan juga berperan sebagai yang bertanggujawab kepada empat orang pekerja mengatakan, bahwa kondisi pekerjaan di SDN 2 Sari Bakti tersebut memang belum diselesaikan. Hal itu dikarenakan pihak kontraktor tidak membayar upah para pekerja sampai saat ini.

“Maaf Bos, gimana mau kita teruskan (pekerjaan rehabilitasi SDN 2 Sari Bakti), upah tukang dari sebelum tahun baru s/d 5 januari (4 x 13 hari x 100) belum dibayar, Ibu Rita (pihak kontraktor) dihub (hubungi) susah, terpaksa tukang dan kuli Saya pulangkan dulu,” ungkap Arifin, senin (24/01/2022).

“Awalnya perjanjian pekerjaan tersebut diborongkan sampai selesai dengan Saya itu Rp 50 juta, namun yang baru dibayarkan Ibu Rita baru sekitar 27 juta, jadi yang belum dibayarkan sekitar Rp 23 juta. Yang jelas itu tenaga kerja Saya empat orang yang belum dibayarkan 13 hari, nanti Saya siap menyelesaikan, Saya tanggungjawab,” imbuh Arifin saat dihubungi Wartawan media ini.

Sementara saat dihubungi, Rita yang menurut informasi sebagai pemilik proyek tersebut sempat merespon, namun terkesan menghindar dan mematikan telepon. Ketika dihubungi Kembali, ternyata orang lain yang mengangkat dan mengaku bernama Sidik selaku pemilik proyek tersebut dan beralasan keterlambatan pekerjaan tersebut dikarenakan Tukang yang bekerja dan meminta awak media untuk saling melihat.

“Inow jak gham Yai (itu proyek punya Kita), Inow keterlambatan ulah tukang tenago, tulung tinuk-tunuk ya Yai (itu keterlambatan karena tenaga tukang, tolong lihat-lihat ya Yai),” ujar Sidik dengan Bahasa lampung, selasa (25/01/2022).

Saat Wartawan media ini meninjau ke lokasi pada senin, (24/01/2022) dan di SDN 2 Sari Bakti, kebetulan ada dua orang dari Dinas setempat turut meninjau pelaksanaan proyek rehabilitasi tersebut dan mengaku diperintahkan oleh Bupati, Musa Ahmad untuk meninjau pekerjaan proyek DAK yang terbengkalai tersebut.

Baca Juga :   Tak Butuh Waktu Lama, Tim Polres Sarolangun Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Pemerkosaan dan Pembununhan Anak Dibawah Umur

“Kesini mampir disuruh Pak Bupati (Musa Ahmad) melihat proyek ini (proyek terbengkalai di SDN 2 Sari Bakti), Kita kan ada informasi ini seperti apa, terus nanti kita gencet pemborongnya mana, kan gitu. Kalau faktanya seperti ini (proyek belum selesai dan dikerjakan asal-asalan) harus dilaporin,” ujar Nur Rohman dan Hendri selaku Kasubag Perencanaan Disdikbud Lampung Tengah kepada Wartawan media ini, senin (24/01/2022).

Saat dihubungi via telepon, Kusen selaku kepala Disdikbud Lamteng tidak merespon, sementara sekretaris Disdikbud Lamteng, Yos Devera saat dikonfirmasi vai pesan whatsapp mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut dan enggan berkomentar lebih jauh.

“Mohon maaf Sep, Abang ngak paham persoalannya. Kalau koordinasi dengan Abang, sekali lagi mohon maaf,” ujar Yos Devera melalu pesan WhatsApp, senin (24/01/2022).

Sunaryo, Kepala SDN 2 Sari Bakti mengatakan, bahwa sejak awal pembangunan pihaknya tidak dilibatkan bahkan pihaknya meminta gambar kerja rehab ruang kelas tersebut kepada kepala tukang tidak diberikan.

“Tidak tau Pak, sejak awal Kami ngak dilibatkan, Saya pernah minta gambarnya (RAB) sampai hari ini tidak dikasih, dan sampai sekarang itu (ruang kelas) belum bisa dipakai (belum selesai),” imbuh Sunaryo, Rabu (26/01/2022).

Dikatakan Sunaryo, Dirinya mendapat kabar dari Camat setempat (kecamatan Seputih Banyak), untuk plafon ruang kelas yang belum ada, akan di selesaikan dari Disdikbud setempat.

“Sebenarnya Saya ngak tahu, tapi Pak Camat (Sahroni) ke sekolah menyampaikan dengan Saya, kalau itu (plafon) akan diselesaikan dari Dinas,” terang Sunaryo.

Menanggapi informasi diatas, bagaimana tanggapan Bupati Lampung Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta pihak-pihak lainnya? (Tim)**